Selasa, 17 Juni 2014
Suatu saat saya akan menjadi pembunuh....
Saya lahir dan tumbuh di lingkungan yang keras. Bukan hanya lingkungan keluarga melainkan juga tempat dulu saya diasuh. Semuanya adalah dunia yang keras. Bahkan, tidak hanya lingkungan saya semasa kecil, melainkan saya harus menerima kenyataan bahwa dimanapun saya berada. Ataupun seumur hidup, semua jenis waktu yang harus saya lewati harus keras. Jikalau saya merasakan suatu jenis waktu yang tenang, semua itu hanya bersifat sementara.
Seumur hidup, entah kenapa saya hanya bisa merasakan tuntutan dan tekanan yang dihasilkan oleh lingkungan sekitar saya. Mereka menuntut saya untuk menjadi baik bagi keinginan mereka. Namun, bahkan mereka tidak pernah peduli apa yang saya rasakan. Mereka tahu saya menangis namun tidak ada satupun yang mencoba menghiburnya.
Ketika saya melakukan kesalahan, mereka hanya bisa mencerca tanpa peduli. Semua rasa sakit yang mereka berikan pada saya perlahan membuat mengeras.
Ketika saya tidak akan bisa lagi menahan luka. Perlahan namun pasti luka itu akan mengubah saya menjadi seorang monster. Monster pembunuh berdarah dingin yang membenci semua orang. Pembunuh yang tidak mempedulikan korbannya demi memenuhi hasrat membunuhnya dan melampiaskan rasa sakit dan depresi yang telah mereka berikan bertahun-tahun tanpa mereka coba untuk menyembuhkannya.
Ketika saya telah sepenuhnya berubah menjadi monster. Mungkin yang akan terbayang oleh saya adalah penikaman pisau.. Apabila saya tidak dapat menikam orang lain. Maka saya akan membayangkan bahwa pisau itu akan menikam diri saya. Walaupun pada kenyataannya hanya illusi. Namun, saya merasa sesakit apapun yang saya rasakan toh semua orang tidak akan peduli dengan saya.
Tidak, tidak ada yang akan mempedulikan saya.....
(Saya tidak akan peduli ketika orang-orang mencerca tulisan saya ini sepedas dan sesakit-sakitnya. Toh saya sudah biasa menyiksa diri saya sendiri mungkin sewaktu saya belum mengerti apa-apa. Saya sudah biasa menyakiti diri saya dan mungkin suatu hari nanti akan saya akan membunuh diri saya sendiri. Silahkan cerca saya, silahkan hina saya, silahkan sakiti diri saya, bahkan saya tidak berkeberatan apabila membunuh saya, silahkan saya tidak akan keberatan)
Hello... my dear... kill me... gently...
A burned.. body... doesn't.. leave you...
(Gazzete- Burial Apllicant)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Siapakah negara yang teroris?