Kamis, 20 Maret 2014

Semuanya kembali bermulaa...

Mungkin semua orang bingung mendapati blog ini kosong, tidak ada entri satu pun yang terpajang di blog ini. Mungkin ada beberapa orang yang pernah membaca tulisan saya di blog-blog (yang semuanya fiksi) mungkin merindukan tulisan-tulisan baru saya (jiah... kepedean banget nih bocah). Saya sempat berpikir tentang tulisan-tulisan yang telah saya hasilkan. Jujur, tulisan yang saya hasilkan sebenarnya bertolak belakang dengan idealisme saya. Seandainya saya mengikuti idealisme saya, tentu tidak akan tulisan yang akan di terbitkan dalam blog atau situs internet yang saya ikuti. Kenapa? Saya selalu berpikir, tulisan-tulisan itu bisa saja mencelakai saya. Hampir semuanya bertemakan tentang persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang intens, atau kalau mau lebih jujur tulisan itu lebih banyak menceritakan tentang perasaan keduanya namun tidak terpaut karena alasan prinsip agama. Jujur saja, sebenarnya tulisan itu sangat bertentangan dengan idealisme, lingkungan dan latar belakang saya sebagai seorang islam yang taat. Menurut idealisme saya, sebuah tulisan/ cerita haruslah dapat digunakan menjadi media dakwah. Atau paling tidak, cerita tersebut hanya mengandung sedikit mudhorot (keburukan) itu juga karena ketidak tahuan saya sebagai seorang penulis. Menuruti idealisme saya tentang sebuah cerita. Saya membayangkan sebuah cerita yang membatasi interaksi antara laki-laki dan perempuan kecuali seperlunya saja. Tentu membuat cerita seperti itu tidaklah mudah bagi saya. Walaupun saya pernah mengalami sebuah sekolah yang memberlakukan pemisahan tempat antara laki-laki dan perempuan. Namun, saya kini belajar di Sekolah yang memberlakukan pembauran antara laki-laki dan perempuan. Saya juga sudah tumbuh menjadi remaja yang tentu saja mengalami fase 'ketertarikan terhadap lawan jenis' dan biasanya hal itu dituangkan dalam cerita saya. Sungguh membuat cerita seperti itu memang tak mudah. Namun, jika saya berhasil membuat cerita seperti itu. Entah kenapa ada kepuasan tersendiri terhadap diri saya, rasanya jalan ceritanya juga lebih bagus daripada cerita yang saya masukkan interaksi antara laki-laki dan perempuan secara intens. Sedangkan untuk membuat tulisan non-fiksi rasanya saya belum berani. Tulisan non-fiksi dalam pembuatannya diperlukan refrensi dari berbagai sumber dan saya juga harus bisa mengolahnya untuk menghasilkan tulisan yang lebih bagus dengan isi yang dapat dipertanggung jawabkan. Tentu saja, saya tetap menyimpan mimpi untuk dapat menulis non-fiksi. Apalagi saya bercita-cita untuk menjadi jurnalis (Selain itu saya juga ingin menjadi pekerja di rumah demi keluarga saya kelak hmm :)). Cerita di ataslah yang membuat Saya memutuskan untuk menghapus semua tulisan saya dalam blog ini yang tidak terjamah selama beberapa tahun karena kesibukkan dan keterbatasan akses internet (karena masih dalam tanggungan ortu). Kini saya mencoba memulai kembali perjalanan blog saya dengan tulisan yang sesuai saya impikan.Seru namun bisa dijadikan ladang pahala bagi saya. Mungkin saja saya akan membuat cerita tentang laki-laki dan perempuan yang berinteraksi secara intens. Namun, saya berusaha meletakkan pada tempat dan waktu yang tepat. semoga......